Setelah 22 Tahun Menunggu, Jalan Pepaya Akhirnya Diaspal: Warga Jadirejo Sambut dengan Rasa Syukur
Pekanbaru, GarisKhatulistiwa.com — Setelah lebih dari dua dekade menjadi keluhan masyarakat, Jalan Pepaya di Kelurahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi, akhirnya diaspal oleh Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pengerjaan yang rampung pada Senin (24/11/2025) itu mengakhiri penantian panjang warga yang selama 22 tahun bergantung pada jalan berlubang, tambal-sulam, dan kerusakan yang terus berulang setiap musim hujan.
Jalan Pepaya merupakan salah satu ruas strategis di jantung Kota Pekanbaru. Ruas ini menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman, Cut Nyak Dhien, dan Tuanku Tambusai, serta berada persis di belakang kompleks Mall Pelayanan Publik (MPP).
Di sekeliling sepanjang jalan, terdapat deretan gedung sekolah tingkat dasar, perkantoran tingkat kota dan provinsi yang menjadikan kawasan ini sebagai jalur vital mobilitas warga.
Meski berada di kawasan penting, kondisi Jalan Pepaya selama bertahun-tahun jauh dari kata layak. Lubang besar di beberapa titik, permukaan jalan yang tidak rata, dan tambal-sulam yang tidak bertahan lama membuat pengendara harus melambat atau memilih jalur alternatif. Pada musim hujan, genangan air memperburuk keadaan.
Kini, hamparan aspal baru mengubah wajah ruas tersebut. Pengendara dapat melintas lebih aman dan lancar, sementara warga merasakan langsung kenyamanan yang sebelumnya hanya menjadi harapan.
“Alhamdulillah… akhirnya jalan Pepaya ini diaspal oleh Pak Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Penantian selama 21 tahun ini akhirnya terwujud. Terima kasih banyak, Pak,” ujar Zaki, warga setempat, saat ditemui media ini.
Ia menilai perbaikan tersebut sebagai bukti bahwa kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Zaki mengenang kondisi jalan sebelum diperbaiki. “Dulu jalannya penuh lubang. Tambal-sulamnya tidak pernah bertahan lama. Begitu musim hujan, pasti rusak lagi. Kami heran kenapa pemimpin terdahulu tidak peka terhadap infrastruktur jalan, padahal ini akses penting. Sekarang baru terasa perhatian dari Pak Wako Agung,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Randi (56) warga lainnya. Ia menyambut baik perbaikan tersebut, namun mengingatkan agar kondisi jalan yang baru tidak kembali rusak akibat penggalian sembarangan.
“Harapan kami, setelah jalan ini mulus, jangan lagi ada penggalian fiber optik atau kabel yang merusak badan jalan. Sayang kalau baru diaspal langsung digali lagi. Infrastruktur ini harus dijaga bersama,” kata Randi.
Pengaspalan Jalan Pepaya menjadi satu dari sejumlah program perbaikan infrastruktur yang diprioritaskan Pemkot Pekanbaru pada akhir 2025.
Pemulihan kualitas jalan dinilai bukan hanya urusan fisik, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi layanan publik, kenyamanan warga, dan kelancaran mobilitas harian.
Dengan rampungnya pengerjaan ini, warga berharap keberlanjutan pembangunan dapat terus dijaga. Jalan Pepaya kini tak lagi menjadi simbol keterlambatan pembangunan, melainkan penanda perubahan bahwa komitmen pemerintah daerah dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. (red)




Tulis Komentar