Mahasiswa Universitas Persada Bunda Indonesia Kunjungi Tribun Pekanbaru, Ini Pesan Penting dari Redaksi

Mahasiswa Universitas Persada Bunda Indonesia Kunjungi Tribun Pekanbaru, Ini Pesan Penting dari Redaksi

Pekanbaru, GarisKhatulistiwa.com – Sekitar 20 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI) semester 3 dan 7 melakukan kunjungan belajar ke kantor redaksi Tribun Pekanbaru di Jalan Imam Munandar, Kamis (13/11/2025) pukul 13.30 WIB.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Pengantar Jurnalistik yang bertujuan agar mahasiswa dapat mengenal lebih dekat dunia media massa sekaligus memahami proses kerja redaksi secara langsung.

Kehadiran rombongan mahasiswa disambut hangat oleh Syarief Dayan, Senior Editor Tribun Pekanbaru, beserta jajaran manajemen redaksi lainnya. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan interaktif. Para mahasiswa tampak antusias berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar dunia jurnalistik, tantangan media di era digital, hingga etika kerja seorang wartawan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Syarief Dayan menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang ingin belajar langsung dari industri media.

“Luar biasa ya, mahasiswa Universitas Persada Bunda Indonesia yang datang ke Tribun Pekanbaru untuk berdiskusi tentang bagaimana industri media bekerja dan bagaimana teori-teori jurnalistik itu diterapkan. Menurut saya ini penting agar mahasiswa bisa memahami bahwa jurnalistik bukan hanya soal teori, tapi juga bagaimana bekerja di lapangan,” ujarnya.

Pria murah senyum yang telah merintis karier lebih dari 25 tahun di dunia jurnalistik ini menegaskan, kunjungan semacam itu menjadi bekal berharga bagi calon jurnalis muda untuk melihat secara langsung dinamika kerja redaksi.

“Harapan saya, teman-teman mahasiswa bisa menjadikan pengalaman ini sebagai modal nyata saat nanti terjun ke dunia kerja. Tetap semangat, karena tantangan industri media saat ini sangat besar di tengah turbulensi digital. Tapi jangan pesimis media tidak akan mati selama kita terus beradaptasi,” pesannya.

Menjawab pertanyaan mengenai peran generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi, Syarief menekankan pentingnya menjaga keaslian dan integritas dalam setiap karya jurnalistik.

“Sekarang ini serba mudah. Generasi muda bisa mendapatkan informasi dari mana saja, terutama media sosial. Tapi yang terpenting bukan sekadar cepat, melainkan bagaimana memastikan informasi itu benar dan diperoleh dengan cara yang tepat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar para jurnalis muda tidak terjebak dalam kemudahan teknologi hingga mengabaikan etika dan profesionalitas.

“Jangan hanya memanfaatkan kemudahan digital lalu mengabaikan keaslian. Jadilah jurnalis yang profesional, yang mau turun langsung ke lapangan untuk mencari sumber utama agar informasi yang disampaikan akurat dan terpercaya,” tutupnya.

Usai sesi diskusi dan tanya jawab, Syarief Dayan mengajak para mahasiswa berkeliling ke berbagai bagian kerja redaksi. Para mahasiswa diperlihatkan proses kerja redaksi mulai dari tahapan editing berita, penyusunan layout, percetakan, hingga proses sirkulasi koran.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa tampak antusias mengamati aktivitas di balik layar redaksi yang selama ini hanya mereka pelajari di ruang kuliah. 

Beberapa di antaranya bahkan tak segan bertanya langsung kepada editor dan staf redaksi tentang proses penentuan berita layak tayang hingga mekanisme penyuntingan naskah.

Kegiatan edukatif tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan plakat dari Universitas Persada Bunda Indonesia kepada pihak Tribun Pekanbaru sebagai bentuk apresiasi dan simbol kerjasama antara dunia akademik dan industri media.

Para mahasiswa mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dan pengalaman berharga setelah berkunjung langsung ke ruang redaksi. 

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus mengasah kemampuan jurnalistik yang profesional, beretika, dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi digital. (Rima)

 

TERKAIT